YouTubeForTheBlind, Situs Video Online Untuk Penyandang Tunanetra

| March 24, 2015 | 0 Comments

Bagaimana tunanetra bisa ‘nonton’ video layaknya orang normal?

Pada tanggal 18 Maret lalu, sebuah perusahaan digital agency – Think.Web memperkenalkan produk baru mereka yang dinamakan: YouTubeForTheBlind – situs video untuk para penyandang tunanetra agar dapat merasakan pengalaman menonton video layaknya orang normal.

Bermula Dari Rasa Penasaran

Ramya Prajna Sahisnu, Co-founder Think.Web, mengaku bahwa YouTubeForTheBlind bermula dari rasa penasarannya tentang bagaimana penyandang tunanetra dapat memiliki experience menonton video di internet.

Selama ini, mungkin mereka juga membuka YouTube, tetapi hanya bisa menikmati audionya saja. Bagaimana dengan adegan film yang tidak ada dialognya? Bagaimana mereka bisa membayangkan situasi yang terjadi di dalam adegan tersebut? Untuk itulah YouTubeForTheBlind mencoba membantu. Pengembangan situs ini juga didukung oleh Yayasan Mitra Netra sebagai pemberi masukan teknis agar nantinya situs ini betul-betul tepat guna bagi para tunanetra.

Fitur yang dimiliki YouTubeForTheBlind pada dasarnya sama dengan yang YouTube punyai. Perbedaannya terletak pada fitur text to speech atau screen reader sehingga dapat menggambarkan suasana yang terjadi di dalam video tersebut.

YouTubeForTheBlind Situs Video Online Untuk Penyandang Tunanetra

Walaupun sudah diperkenalkan ke publik, situs ini masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut, seperti dalam user interface dan user experience-nya. Proses pembuatan deskripsi video-video ini pun masih dikerjakan oleh para karyawan Think.Web secara sukarela. Namun ke depannya, akan dibuka kesempatan bagi siapapun yang bersedia menjadi relawan dalam mendeskripsikan video tersebut untuk saudara-saudara kita yang tunanetra.

Mengapa namanya YouTubeForTheBlind?

Nama tersebut dipilih karena video-video yang diputar dalam YouTubeForTheBlind memang diambil dari YouTube. Think.Web mengaku telah menghubungi pihak Google Indonesia terkait penggunaan nama ini, tetapi belum ada respon balik dari mereka. Semoga Google tidak keberatan dengan nama itu dan bahkan bersedia untuk kolaborasi.

Akhirnya, dengan munculnya YouTubeForTheBlind, kita harapkan dapat menjadi inspirator yang menggerakkan lebih banyak lagi manusia-manusia kreatif Indonesia yang peduli akan saudara mereka yang kurang beruntung secara fisik. Semoga jurang pemisah antara orang normal dengan orang yang berkebutuhan khusus dapat semakin hilang dan mampu hidup berdampingan.

Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.

Tags:

Category: Kreativitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *