Cara Menang Kompetisi Tanpa Ikutan Kompetisi

| January 5, 2015 | 0 Comments

Cara Menang Kompetisi Tanpa Ikutan KompetetisiSaran aneh tapi manjur: “menangkan kompetisi tanpa harus berkompetisi”. Loh, koq bisa? Ya, bisa. Coba saja baca penjelasan berikut.

Mari dimulai dari: mengapa ada kompetisi? Apapun bidangnya, jawabannya rata-rata sama. Kompetisi ada karena setiap pengusaha ingin produk atau jasanya dipilih konsumen. Karena para pekerja profesional ingin dipilih untuk dipromosikan, karena freelancer ingin dipilih untuk dipakai jasanya, dsb.

Kesimpulannya, semua berlomba untuk menjadi yang terbaik dan terpilih di lingkungannya masing-masing.

Dipilih adalah penghargaan. Dipilih adalah keuntungan. Lalu, bagaimana cara agar kita betul-betul bisa menjadi yang terpilih dibanding para kompetitor?

Jawabannya:

  1. Jauhi persaingan, berhenti menjadi bagian dari komoditas.
  2. Ciptakan nilai yang unik dan masuki wilayah yang baru.

Kedengaran kontradiktif? Sabar dulu. Walaupun ‘nyleneh’, saran ini terbukti dipraktekkan dan berhasil sampai tingkat dunia! Yap, di bawah bakal dibahas contohnya. Intinya adalah: Tidak perlu bersikeras menjadi nomor satu, tetapi jadilah satu-satunya. Dengan begitu, orang-orang akan mudah menemukan lalu memilih kita. Mario Teguh saja mengakui bahwa dirinya tidak berusaha menjadi pembicara atau motivator nomor satu, motivator terbaik, dan ter- ter- lainnya. Beliau tidak ingin jadi yang pertama, tapi jadi yang satu-satunya. Keren kan?

Nah, di dalam dunia bisnis, konsep ini dikenal dengan istilah Strategi Samudera Biru (Blue Ocean Strategy). Secara umum, strategi ini menantang perusahaan untuk keluar dari kompetisi yang sengit, ketat, sesak, dan berdarah-darah (digambarkan dengan samudera merah, ada hiunya yang kalau makan mangsa sampe air lautnya kecampur darah, serem pokoknya), lalu masuk ke dalam pasar baru yang belum ada pesaingnya (digambarkan dengan samudera biru, tenang, aman buat nyelam dan renang, asik pokoknya).

Strategi ini diperkenalkan oleh W. Chan Kim and Renée Mauborgne. Di dalam bukunya, mereka membahas pentingnya tampil tidak biasa dan berbeda dari yang lain sehingga kompetisi tidak lagi relevan. Pokoknya jadi lebih gampang dikenali, dilihat, dan seperti pembahasan di awal tadi: lebih gampang dipilih. Ga cuma untuk skala bisnis sih, di wilayah personal untuk ‘personal branding’ misalnya, strategi ini pun bisa dilaplikasikan. Tapi, bagaimana cara kita agar berbeda dan akhirnya terpilih?

Caranya dengan mengajukan 4 pertanyaan ini. Perhatikan polanya:

  1. Hal apa saja yang bisa dihilangkan dari sesuatu yang biasanya ditawarkan kompetitor?
  2. Hal apa saja yang bisa dikurangi hingga di bawah standard kompetisi?
  3. Hal apa saja yang bisa ditingkatkan hingga di atas standard kompetisi?
  4. Hal apa saja yang belum pernah ditawarkan sehingga harus diciptakan?

18.5

Dua pertanyaan pertama memaksa kita memikirkan kembali hal-hal apa yang sudah lama dikompetisikan walaupun sebenarnya sudah tidak lagi penting, atau yang hanya merepotkan kita saja tanpa memberi hasil yang signifikan.

Sedangkan dua pertanyaan berikutnya mendorong kita meningkatkan nilai dan menciptakan permintaan baru yang selama ini belum dioptimalkan atau bahkan belum ada.

Mari belajar dari kisah Nintendo Wii (nah, ini contoh bahwa strategi ini benar-benar dipakai oleh perusahaan tingkat dunia).

Dalam industri game konsol, Nintendo Wii berhasil menjauhi persaingan dengan kompetitornya seperti Playstation 3 dari Sony dan Xbox 360 dari Microsoft, sekaligus menciptakan permintaan baru dan meraup pendapatan miliaran dolar.

Umumnya, perusahaan game konsol bersaing pada kualitas grafis, realisme game, dan kinerja teknologi untuk memperebutkan perhatian pemain game yang ‘serius’ dan menyukai grafis yang detail dan rumit. Akibatnya, mereka memproduksi game yang sangat canggih dan mahal.

Nintendo berpikir sebaliknya. Mereka justru membuat konsol dengan kualitas grafis dan kinerja teknologi yang justru berada di bawah Sony dan Microsoft, tetapi menawarkan hiburan baru berupa alat pengendali jarak jauh yang memungkinkan pemainnya mengendalikan gerakan melalui isyarat fisik.

Akhirnya, Wii berhasil menjual konsol dengan harga yang relatif murah sekaligus membuka pasar yang lebih luas, pasar baru yang belum pernah disasar oleh kompetitor game lainnya, yaitu para pemain game ‘iseng’ dan keluarga.

Masih mau bilang ini saran ‘nyleneh’? Think Again. Hehe.

Larilah dari keramaian. Jauhi kompetisi. Bersiaplah dipilih.

Bagaimana? Sudah siap berbeda (dalam hal positif lho)?

Tags: , , ,

Category: Strategi Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *