Mau Kreatif? Kenali Proses Berpikir Kreatif

| January 5, 2015 | 0 Comments

Kenali Proses Berpikir KreatifMerasa tidak kreatif? Merasa iri karena orang lain gampang untuk mengeluarkan ide-ide keren tapi kita tidak? Butuh meningkatkan kreativitas? Ini koq jadi kayak bahasa iklan ya. Hehe. Oke, saya punya saran awal untuk para pemikir yang sering terhambat produksi idenya. Mulai sekarang, kenali dulu bagaimana otak kreatif itu bekerja.

Bagaimana sebetulnya proses berpikir kreatif itu? Simpel. Ilustrasi di bawah ini akan membantu. Semoga.

Di dalam bukunya, Roger van Oeck menganalogikan tahapan proses berpikir kreatif ke dalam 4 peran. Intinya, saat proses mencari ide, kita bisa mainkan keempat peran ini dengan urutan sebagai berikut:

1. Explorer (Penjelajah)

Di awal proses berpikir kreatif, kita perlu memainkan peran sebagai seorang penjelajah. Caranya? Ya, berpikirlah layaknya seorang penjelajah yang super kepo dengan tingkat keingintahuan yang tinggi. Ajukan banyak pertanyaan dan kumpulkan sebanyak mungkin bahan baku ide berupa fakta, pengetahuan, konsep, dan pengalaman. Keingintahuan yang tinggi dan kejelian dalam melihat sesuatu akan sangat dibutuhkan dalam proses ini.

2.  Artist (Seniman)

Pada proses selanjutnya, sisi seniman kita perlu dimunculkan. Berpikir layaknya seniman. Ambil bahan baku ide, fakta, informasi, data, dsb. yang sudah dikumpulkan saat bermain sebagai penjelajah, lalu temukan kemungkinan-kemungkinan baru, pola-pola baru, hubungan-hubungan baru, buatlah analogi, dobrak asumsi, dan lihat sesuatu dari sudut pandang yang lain. Kumpulkan gagasan sebanyak-banyaknya. Aneh pun tak apa.

3. Judge (Hakim)

Pada tahap ini, adopsilah mindset seorang hakim. Dengan pemikiran kritis dan analitis, bersiaplah ‘ketok palu’ untuk menentukan ide-ide mana yang layak ditindaklanjuti dan mana yang tidak. Bayangkan dampak positif dan negatif yang akan dihasilkan jika ide itu diwujudkan. Umumnya, ide-ide itu perlu dipoles, jadi dalam tahap ini, kita bisa perbaiki apa yang masih kurang hingga ide itu siap untuk dijalankan.

4. Warrior (Pejuang)

Nah, ini sebetulnya yang paling penting. Mau idenya brilian, kalau ga ada mindset ini, ide bakal tetap jadi ide. No realisasi. Jadi, saat tiba waktu untuk merealisasikan ide, jadilah seorang pejuang yang bersemangat menjalankan ide itu, berani melawan hambatan demi hambatan, dan melakukan apapun yang dibutuhkan untuk membuat ide itu terwujud.

Ternyata kreativitas itu bukan sekedar unik, tetapi juga harus berguna dan bisa menyelesaikan masalah. Apa gunanya jika idenya bagus tetapi tidak direalisasikan?

Tags: , , ,

Category: Kreativitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *