Membangun Brand Bisnis Yang Kuat dengan 4C

| June 19, 2015 | 0 Comments

Di salah satu halaman dalam buku nyentrik berjudul ‘DO’ karya Mas Handoko Hendroyono, dibahaslah tentang bagaimana melahirkan, membesarkan, dan me-longlasting-kan sebuah brand. Ngomong-ngomong, kalau hanya melahirkan brand saja, hampir semua ‘brander’ atau owner dapat melakukannya. Akan tetapi jika sudah berlanjut ke tahap membesarkan, apalagi membuat brand itu tetap eksis dalam jangka waktu yang lama sekalipun diancam oleh kelahiran brand-brand baru, nah tentu semakin sedikit yang bisa melakukan dan lulus dari ujian tersebut.

membangun brand bisnis yang kuat dengan 4 cMembuat dan melahirkan brand mungkin belum terlalu menguras pikiran, bahkan ada yang hanya mengandalkan feeling saja. Namun, agar brand itu bertumbuh dan bertahan lama, tentu butuh strategi dan eksekusi yang tidak main-main.

Jadi, apa yang harus brand lakukan?

Salah satunya adalah dengan menggabungkan setiap komponen 4C ini (Connect, Collaborate, Community, dan Commerce).

1. Connect

Connect artinya nyambung, hehe. Dalam konteks ini, brand harus bisa nyambung dengan audiencenya, atau konsumennya. Jika sebuah brand berhasil mentransfer visi dan misi mereka kepada audience, hingga audience itu tidak sekedar tahu nama brand-nya, tetapi juga paham dengan latar belakang dan tujuan brand tersebut, maka akan muncul rasa kepemilikan dan hubungan yang kuat antara brand dengan ‘penggemar’nya.

Bagaimana caranya? Buat dan sebarkan visi yang memiliki makna bagi orang banyak.

Paradesa misalnya. Mengangkat fakta ironi Indonesia yang dikaruniai tanah begitu subur tetapi masih sering impor komoditi pertanian, brand ini berkomitmen untuk mengembangkan produk pangan Indonesia yang berkelas. Paradesa memiliki visi yang kuat: memberdayakan para petani agar lebih produktif lagi sekaligus menyajikan bahan pangan yang berkualitas tinggi dan dikemas dengan keren untuk masyarakat Indonesia.

Paradesa produk pangan asli indonesia yang dikemas menarik2. Collaborate

Sekarang adalah jamannya kolaborasi, jadi sudah tidak jaman lagi apa-apa dikerjain sendiri. Makanya sering kita dengar istilah yang awalannya Co- seperti co-working, co-creation, co-exist, co-design, dan co- co- lainnya. Bekerja sama dengan partner strategis akan memperkaya ide dan value dari apa yang sedang kita kerjakan. Brand harus mencari partner kolaborasi agar added-value nya semakin besar.

Baca juga: Bagaimana Membangun Personal Branding Untuk Kesuksesan Karir?

3. Community

Komunitas adalah pijakan yang kuat bagi brand. Bisa dibilang, mereka adalah best friend nya brand yang sudah connect atau nyambung secara hati dengan brand tersebut. Mereka adalah sekumpulan orang yang sudah merasakan manfaat dari brand tersebut dan dengan sukarela menjadi pembela setia. Sebut saja From Pembela Brand.

Sehingga, agar bisa terus eksis, brand perlu cerdik dalam mengambil hati calon penggemarnya, membangun komunitas, dan tumbuh bersama mereka. Memfasilitasi forum online, mengadakan temu darat, dan mengikutsertakan mereka dalam kegiatan CSR brand adalah beberapa aktivitas untuk mempererat ‘engagement’ antara brand dengan fans.

Baca juga: Bisnis Laris Modal Empati

4. Commerce

Ini bukan hanya tentang jualan. Walaupun ujung-ujungnya memang jualan. Hehe.

Semakin ke sini, audience semakin cuek dengan serbuan informasi dan promosi yang mereka temui setiap hari. Mulai dari pagi: nonton tv dibombardir iklan TVC, baca koran ketemu iklan kolom, pergi ke kantor diganggu iklan outdoor pinggir jalan, sampai kantor, buka FB juga kena FB Ads, hehe.

Gimana ga mual kalau kayak gitu. Kalau iklannya dibuat menarik dan menyenangkan sih gapapa, sayangnya masih banyak yang hard selling dan cara penyampaiannya pun gak karuan. Efeknya, audience menjadi bosan, apatis, dan akhinya tidak peka lagi dengan iklan.

Bagi brand, ini problem besar.

Walaupun kabar baiknya, masih ada kesempatan bagi ‘brander’ untuk menyampaikan pesan brand-nya kepada khalayak luas dengan cara-cara baru yang efektif. Salah satunya adalah dengan ‘story telling’ yang kuat. Bercerita (secara jujur) tentang brand kita, dengan penyampaian yang unik dan menarik, akan membuat proses penyampaian pesan menjadi lebih smooth, elegan, dan memperbesar peluang untuk bisa connect dengan audience.

Iklan yang baik adalah yang tidak kelihatan seperti iklan.

Sampaikan apa yang bisa membuat mereka penasaran dan ingin tahu lebih jauh tentang brand kita. Sampaikan dengan mudah dimengerti agar mereka juga mudah untuk menceritakannya ke orang lain. Sampaikan juga dengan hati agar mereka mau share cerita itu dengan sukarela.

Holycow Steak, Brodo Footwear, KDRI, Jakarta Vintage, dan masih banyak lagi brand yang telah membuktikan kekuatan dari sharing dan story telling. Sehingga tepat jika ada yang mengatakan ‘Sharing is the new currency’.

Tags: , ,

Category: Strategi Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *