Melejitkan Kreativitas Dengan Metode SCAMPER

| March 23, 2015 | 0 Comments

kopi cappucino unikIde mentok ga bisa kemana-mana?

SCAMPER adalah metode yang berisi daftar pertanyaan yang akan mengarahkan kita kepada sudut pandang dan alternatif lain dari sebuah gagasan yang sudah ada. Tujuannya adalah untuk mengembangkan ide yang sudah ada atau dapat juga memancing ide yang benar-benar baru.

Pada umumnya, SCAMPER dipakai untuk keperluan riset dan pengembangan produk atau jasa, tetapi masih bisa diadaptasi ke bidang dan situasi yang lebih luas.

Saat bertemu dengan daftar pertanyaan SCAMPER ini, mungkin akan ada pertanyaan yang kurang relevan dengan bidang kita, atau menghasilkan jawaban yang terlalu sulit untuk direalisasikan.

Akan tetapi, tidak perlu khawatir karena pada tahap ini, titik fokusnya adalah bagaimana kita mampu menghasilkan ide dan kemungkinan sebanyak mungkin.

SCAMPER adalah singkatan dari: Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Another Use, Eliminate, dan Reverse.

 

Substitute

Mengganti suatu komponen untuk meningkatkan value atau memperbaiki kinerja yang belum memuaskan.

“Adakah komponen dari ide/rencana/produk/jasa ini yang perlu diganti? Mengganti dengan bahan baku yang lain? Dengan material yang lain? Atau dengan mengganti prosesnya? Pendekatannya? Aturan mainnya? Sumber dayanya? Atau, apakah komponen ini bisa jadi pengganti/subtitusi untuk komponen produk lain? Dst.”

Misalnya, dalam pemasaran suatu bisnis, beberapa aktivitas pemasaran offline mulai digantikan dengan online marketing untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Cetak brosur yang dinilai hanya buang-buang kertas digantikan dengan kampanye di media sosial yang lebih tertarget. Budget sewa media luar ruang seperti billboard dan baliho dialihkan menjadi banner iklan di internet yang sudah disesuaikan dengan segmen yang dituju sehingga lebih efektif & efisien.

Atau yang sering terjadi di dalam industri kuliner: gonta-ganti bahan baku untuk mengolah makanan yang unik dan tentunya tetap enak rasanya. Terigu diganti dengan ketela sebagai bahan dasar kue. Nasi diganti kentang atau pasta. Steak daging diganti jadi steak jamur atau steak tempe, dsb.

 

Combine

Menggabungkan beberapa hal menjadi satu agar lebih bernilai daripada saat masih terpisah.

Apa yang bisa dikombinasikan dengan produk ini agar value-nya meningkat? Kombinasi dalam hal apa? Kombinasikan bentuknya? Atau kombinasikan fungsinya? Konsepnya? Sistemnya? Dst.

Raket dan listrik, kalau diamati dari fisik dan fungsi, keduanya sangat berbeda dan seakan-akan tidak ada hubungannya. Namun, saat ini kita mengenal apa yang disebut raket nyamuk listrik. Solusi praktis membasmi nyamuk, tanpa bahan kimia, bahkan ada unsur olahraga dan hiburannya. Kalau dulu orang sebal saat mendengar suara nyamuk mendekat, bisa jadi sekarang mereka happy karena bisa ‘bermain-main’ dengan raketnya!

Kombinasi konsep sawah di desa dan gedung di kota melahirkan istilah ‘urban farming’. Hal ini berhasil membentuk gaya hidup baru dan memungkinkan orang-orang di perkotaan untuk menanam dan memanen bahan makanan mereka sendiri yang otomatis lebih fresh daripada menunggu pasokan dari desa. Gerakan Indonesia Berkebun dan perusahaan profit Lufa Farm di Montreal, Kanada contohnya.

lufa farm montreal kanada

 

Adapt

Menemukan nilai lebih dari bidang lain, atau lingkungan lain, dan mengadaptasikannya ke dalam bidang kita.

Adakah bidang lain yang punya kesamaan pola dengan bidang kita? Lalu adakah yang bisa kita adaptasi dari mereka, atau kita ambil inspirasinya untuk memperkaya ide kita? Apa itu? Sistem kerjanya? Manajemen? Keunggulan produknya? Spirit timnya? Dll.

Percaya atau tidak, ‘Minute Clinic’ – sebuah klinik kesehatan berhasil meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelayanan pasien mereka dengan mengadaptasi sistem pelayanan di restoran siap saji. Klinik tersebut mampu menyederhanakan mekanisme penanganan pasien yang sebelumnya rumit dengan kualitas pelayanan yang konsisten walaupun dilakukan oleh praktisi kesehatan yang berbeda.

Atau aplikasi-aplikasi mobile yang mengadaptasi kegiatan sehari-hari seperti membaca buku, menulis, melukis, dan sebagainya sehingga kita dapat membaca buku atau majalah secara digital, bahkan dapat menulis dan melukis di layar smartphone layaknya di atas kertas dan kanvas.

 

Modify

Memodifikasi suatu komponen menjadi lebih menarik, lebih baru, lebih modern, lebih unik, lebih bermanfaat, atau lebih diterima oleh penggunanya.

Apa yang bisa dimodifikasi? Modifikasi warnanya? Modifikasi bentuknya? Suaranya? Gerakannya? Baunya? Ukurannya? Beratnya? Jaraknya? Panjangnya? Tingginya? Atributnya? Penampilannya? Dll.

Contohnya seperti perlengkapan mandi (pasta gigi, shampo, sabun) yang dibuat versi kecilnya dalam kemasan sachet untuk kepraktisan para traveler, varian rasa mie instan yang semakin banyak, ada mobil sport dan ada mobil keluarga, ada produk berwarna elegan untuk para eksekutif, warna colorful untuk pasar remaja, dsb.

 

Put to Another Use

Menemukan fungsi atau cara pakai lain dari suatu produk atau suatu hal. Menjadikannya multi-fungsi.

Apa kegunaan lain dari benda ini? Bisakah kita menambah fungsinya? Bisakah produk ini digunakan di industri atau bidang lain? Adakah segmen pasar lain yang bisa membeli produk ini? Atau, ketika produk ini sudah selesai dikonsumsi, bisakah didaur ulang untuk menghasilkan fungsi yang lain?

Sebuah cafe tidak hanya sebagai tempat makan dan minum, tetapi juga punya fungsi lain, sebagai tempat meeting, coworking space, dsb. Bahkan ada cafe yang menawarkan konsep perpustakaan atau tempat bermain games.

 

Eliminate

Mengurangi atau menghilangkan suatu komponen yang tidak terlalu penting agar lebih efektif dan efisien.

Apa yang bisa dihilangkan? Atau dikurangi? Atau dibuat lebih sederhana lagi? Apa yang tidak terlalu dibutuhkan pelanggan tetapi membebankan biaya yang besar untuk kita? Dll.

Di Jepang, waktu yang dibutuhkan untuk memangkas rambut seorang pria dewasa adalah sekitar 1 jam. Yap, memang terhitung lama. Sebetulnya, pangkas rambutnya sendiri hanya memakan waktu kurang lebih 10-15 menit, yang membuatnya menjadi 1 jam adalah rangkaian ritual yang harus dilakukan oleh tukang pangkas. Mulai dari menyiapkan handuk hangat, membuatkan teh atau kopi, menggosok dan memijat bahu, cukur jenggot, sampai akhirnya mencuci dan mengeringkan rambut.

Intinya, pelanggan benar-benar dimanjakan dengan pelayanan serba komplit seperti itu sekalipun banyak yang merasa hal tersebut kurang efektif dari segi waktu maupun harga. Lagipula orang Jepang itu sibuk-sibuk.

Hingga akhirnya, ada salon bernama QB House yang menawarkan ’10 minutes refreshment’. Pangkas rambut hanya butuh waktu 10 menit. Mereka sadar bahwa banyak orang, terutama para pekerja, tidak ingin menghabiskan waktu 1 jam hanya untuk pangkas rambut.

Untuk itu, QB House membuang beberapa elemen yang tidak terlalu penting seperti handuk panas, teh, kopi, gosok dan pijat bahu, dan embel-embel lainnya.

qb house outlet

Outlet QB House

Bahkan setelah rambut selesai dipangkas, mereka tidak perlu cuci rambut! Sebagai gantinya, QB House menciptakan sistem ‘cuci udara’ dengan menggunakan selang tinggi yang bisa diturunkan untuk menyedot setiap rambut yang telah dipangkas. Seperti vacum cleaner.

Apa efeknya?

Biaya operasional dapat ditekan, harga lebih terjangkau, dan menghemat waktu orang-orang Jepang yang sangat sibuk. Dalam 1 jam, di saat seorang karyawan salon lain hanya bisa melayani 1 shift konsumen dengan embel-embel yang banyak, karyawan mereka bisa melayani 5-6 konsumen. Kalau dihitung-hitung, pendapatan per-jam mereka pun bisa lebih banyak daripada salon lain!

Strategi serupa juga terjadi di bidang-bidang usaha yang lain.

Maskapai penerbangan bertarif rendah (low-cost carrier) pada umumnya mengurangi atau menghilangkan fasilitas-fasilitas tambahan dan fokus hanya pada elemen-elemen yang pokok.

Ada juga produsen komputer terkemuka yang memangkas rantai distribusi panjang mereka dan memilih untuk menerima pesanan dan pengiriman produknya langsung ke pembeli.

 

Reverse

Memutarbalikkan unsur-unsur dalam suatu ide untuk mencoba kemungkinan-kemungkinan baru.

Bagaimana jika yang di dalam jadi di luar? Yang di atas jadi di bawah? Atau dibalik aturan mainnya? Apa yang terjadi jika kita membalik prosesnya? Membalik alur berpikirnya? Atau bagaimana jika kita membuat ide yang sebaliknya dan berlawanan dengan ide sebelumnya?

Lihat contoh berpikir reverse di artikel ini: Kreatif Dengan ‘Reverse Thinking’

Tags:

Category: Kreativitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *