Kreatif Dengan ‘Reverse Thinking’

| February 26, 2015 | 0 Comments

Kreatif Dengan Reverse Thinking(Sekali-kali) berpikir terbalik itu baik.

Secara alami, hal-hal yang berlawanan arah atau berkebalikan akan membuat pikiran kita lebih ‘awas’, menarik kita untuk memperhatikannya, dan sangat mungkin ide-ide muncul dari sana.

Nah, hal itu yang menjadi dasar ‘reverse thinking’ ini. Sebuah metode membalik pikiran yang cukup populer untuk mencari ide-ide yang mungkin akan lebih sulit ditemukan dengan alur berpikir yang biasa.

Sebagai contoh sederhana, pada saat kita diminta untuk menyampaikan presentasi di depan audiens, akan ada pertanyaan pada diri sendiri:

“Apa saja yang harus disiapkan agar presentasi ini berhasil?”

Agar lebih mudah menjawab pertanyaan itu dengan menghasilkan sebanyak mungkin ide, kita bisa membalik (reverse) pertanyaannya menjadi:

“Apa saja yang akan membuat presentasinya berantakan? Hal buruk apa saja yang mungkin terjadi?”

  • Saya datang terlambat datang ke tempat acara
  • Tiba-tiba materi yang saya simpan di flashdisc tidak bisa dibuka di komputer panitia
  • Tiba-tiba listrik padam di tengah presentasi
  • Audience berbicara sendiri karena materi atau tampilan slidenya kurang menarik
  • Saya tidak bisa menjawab pertanyaan dari audience

Dengan memperkirakan segala kemungkinan buruk tersebut, kita akan lebih mudah menemukan apa saja yang harus dipersiapkan agar presentasi berjalan dengan sukses, misalnya:

  • Berangkat ke tempat acara lebih awal
  • Menyiapkan back up materi, atau mengirim materi ke email panitia, atau membawa laptop sendiri
  • Sudah siap dengan catatan-catatan penting dan cara penyampaian khusus jika listrik benar-benar padam
  • Selain menyusun isi materi yang bagus, kita juga membuat slide yang menarik dan nyaman di mata
  • Sudah mempersiapkan jawaban dari pertanyaan yang kemungkinan akan keluar

Sederhana kan?

Reverse thinking juga menantang kita untuk memutarbalikkan unsur-unsur dalam suatu ide lalu mencoba kemungkinan-kemungkinan baru.

Bagaimana jika yang di dalam jadi di luar? Yang di atas jadi di bawah? Atau dibalik aturan mainnya? Apa yang terjadi jika kita membalik prosesnya? Membalik alur berpikirnya? Atau bagaimana jika kita membuat ide yang sebaliknya dan berlawanan dengan ide sebelumnya?

Pada cabang olahraga lompat tinggi, setidaknya sampai Olimpiade Meksiko tahun 1968, cara yang biasa atlet lakukan untuk melewati palang rintangan adalah menyejajarkan badan dengan palang tersebut. Dick Fosbury lah yang kemudian berpikir secara berlawanan. Ia mempopulerkan cara lompat terbalik yang justru sampai saat ini kita kenal (melompat dengan membelakangi palang). Lompatannya memecahkan rekor dunia.

sebelum lompatan dick fosbury

Mainstream lompat tinggi sebelum era Dick Fosbury

 

lompatan dick fosbury

lompatan anti-mainstream dari Dick Fosbury dan dipakai hingga sekarang!

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menyarankan cara makan burger dengan membaliknya 180o (yang di atas menjadi di bawah) setelah menyadari bahwa kebanyakan roti yang di atas lebih lebar daripada roti yang di bawah.

burger keju tomat selada

Yap, dibalik makannya. Coba deh.

Cara itu ternyata efektif khususnya bagi orang-orang yang kesulitan makan burger karena pada saat digigit, terkadang tomat, timun, atau sausnya keluar dari tumpukan burgernya. Roti yang lebar tersebut membantu menghalangi sayuran dan saus agar tidak jatuh.

Ada-ada saja.

Tapi itu terbukti berguna, kan?

So, (sekali-kali) berpikirlah terbalik!

Tags: , ,

Category: Kreativitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *