Dari Mana Inovasi Datang?

| February 22, 2015 | 0 Comments

Cara Membuat InovasiSering dengar anjuran: “be out of the box”?

Sebelum berpikir out of the box, yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah break that box (memecahkan kotak itu) agar kita bisa benar-benar keluar, out of that box.

Tunggu dulu, apa sebenarnya maksud box di sini?

Box di sini bisa berwujud asumsi. Yap, asumsi kita terhadap sesuatu. Biasanya, ide segar akan sulit datang jika seseorang masih terjebak oleh asumsi yang dibuatnya sendiri. Sehingga, untuk menemukan ide-ide dan inovasi yang luar biasa, kita harus berani melawan dan meruntuhkan tembok-tembok asumsi lama. Break that box!

Tantang asumsi itu dan cari kemungkinan-kemungkinan baru.

Contoh asumsi sederhana:

“Nasi berwarna putih, rasanya tawar, dimakan dengan lauk, disajikan di atas piring.”

Nah, lawan asumsi itu dengan:

Bisakah nasi berwarna lain? Ada rasa lainnya? Kalau tidak ada lauk bagaimana? Apakah harus selalu di atas piring?

Gara-gara nasi itu ga harus putih, muncullah itu si nasi kuning, si nasi merah, si nasi hitam, pink ada ga ya?

Gara-gara rasanya ga boleh cuma tawar kayak nasi putih, muncullah itu si nasi goreng, nasi uduk, nasi kalong, dan teman-temannya. Nah, itu juga bisa menjawab kalau ternyata makan nasi itu ga harus ada lauknya kan?

nasi goreng tanpa lauk

Untungnya nasi itu tidak harus putih, tidak harus tawar, & tidak harus dimakan sama lauk 🙂

Dan gara-gara ga harus di atas piring, nah, dibuatlah lontong, ketupat, nasi jamblang, dan nasi bungkus daun lainnya yang akhirnya legendary juga.

Jadi, inovasi itu bermula dari keberanian menantang asumsi. Banyak inovasi bisnis yang terkenal di dunia lahir dari asumsi sederhana yang dilawan, ditantang, dan diputarbalikkan. Ga percaya?

“Melakukan panggilan luar (telepon) ke luar negeri itu mahal.” Skype melawan asumsi itu dan berhasil menggaet lebih dari 400 juta pengguna terdaftar dan melakukan lebih dari 100 miliar telepon gratis sejak perusahaan itu didirikan pada tahun 2004.

“Seseorang harus punya stasiun TV sendiri agar konten videonya bisa ditonton oleh jutaan orang.” Youtube melawannya dan berhasil menampung miliaran konten video sekaligus melahirkan jutaan artis yang mendadak populer dari situs tersebut.

“Karena bentuk dan ukurannya yang terlalu ‘makan tempat’, biaya pengiriman kursi, meja, lemari dan furniture lainnya sering membengkak.” Ikea mematahkan asumsi itu. Mereka pun berhasil mendesain dan menjual beragam furniture yang dapat dibongkar dan dirangkai kembali.

Dan, banyak sekali asumsi-asumsi lain yang akhirnya dijawab dengan inovasi-inovasi yang keren. Ada yang bisa kasih contoh lain? Atau justru punya asumsi lain yang berbeda dari asumsi saya ini? Hehe.

Tags: , ,

Category: Kreativitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *