Cara Memulai Bisnis Online Bagi Pemula Agar Cepat Dapat Profit

| June 12, 2015 | 2 Comments

Memulai bisnis online sebetulnya tidak sesulit yang dibayangkan. Jika anda berpikir bahwa syarat menjalankan bisnis online itu harus punya web toko online dulu, harus punya produk sendiri, dan harus menguasai internet marketing, mungkin anda perlu baca artikel ini dulu, hehe.

Memang syarat-syarat di atas sangat penting untuk membangun bisnis online yang profitable, tetapi bukan berarti kita harus menunggu semuanya terpenuhi dahulu untuk memulai bisnis online kita. Apalagi untuk pemula yang belum ada pengalaman sama sekali dengan bisnis maupun toko online. Semua bisa disempurnakan sambil jalan, learning by doing.

Baca Juga: 7 Macam Bisnis Online Yang Dapat Dimulai Secara Part-Time

cara bisnis online bagi pemula

Berikut ini adalah cara memulai bisnis online bagi pemula yang relatif mudah, bisa dimulai dari modal yang minim, tetapi bisa cepat menghasilkan. Mau? Yuk kita mulai:

Tidak Harus Pusing-Pusing Membuat Produk Sendiri

Salah satu pandangan keliru yang sering membuat seseorang tidak mulai-mulai bisnisnya adalah ini: harus punya atau harus memproduksi barang sendiri. Padahal bisnis itu yang penting jualan, tidak masalah produk itu anda dapatkan dari mana. Selama anda bisa menemukan produk yang bagus dan dibutuhkan banyak orang, lalu anda kemas dan pasarkan, sampai akhirnya ada yang mau beli, wah, itu sudah hebat sekali.

Saat ini, semakin banyak produsen yang membuka sistem agen, reseller, dropship, dan semacamnya yang pada intinya memberi kesempatan kepada siapapun untuk menjualkan barang milik produsen itu dengan mendapat fee atau diskon dari setiap transaksi yang dihasilkan. Sehingga, terbuka lebar kesempatan untuk para pemula yang ingin berbisnis tetapi belum bisa memproduksi barang sendiri.

Anda pun bisa mulai dari titik ini.

Memulai Dengan Menjadi Dropshipper

Singkatnya, dropship itu begini: kita minta izin untuk memasarkan barang milik produsen/supplier, jika ada orang yang tertarik dan membeli, maka produsen/supplier akan mengirimkan barang ke pembeli itu atas nama kita sebagai penjualnya.

Katakanlah Anda punya toko online yang menjual baju bayi, walaupun belum punya produknya, anda bisa mulai mengupload foto-foto produk yang didapat dari supplier baju bayi di display picture dan status BBM Anda. Ternyata, setelah 1 jam, ada seseorang di kontak anda yang tertarik dan melakukan pembelian. Saat itu juga, Anda lapor ke supplier untuk dibantu pengiriman barangnya atas nama toko Anda ke pembeli itu. Biasanya dropshipper mendapat keuntungan dari selisih harga publish dengan harga dapur yang diberikan oleh supplier tersebut.

Mudah kan? Iya dong.

Menentukan Produk Apa yang Ingin Dijual

Setelah anda memutuskan untuk memulai sistem dropship sebagai ‘awal karir’ jualan online anda, step selanjutnya adalah menentukan produk apa yang ingin dipasarkan. Saran saya, mulailah dari produk-produk yang dekat dengan anda. Maksudnya begini, pilih produk yang tidak asing bagi anda, atau yang anda suka, atau yang kira-kira mudah anda pelajari. Ingat, sebagai pemula, yang terpenting adalah bisa berhasil menjual dan transaksi akan lebih mudah dicapai jika kita mengerti betul apa yang sedang kita jual.

Memilih Supplier Yang Tepat

Jika anda sudah memutuskan produknya, maka anda bisa mulai mencari beberapa produsen atau supplier dari produk tersebut. Cari saja di Google untuk menemukan mereka, kemudian anda bisa listing beberapa supplier untuk nantinya dipilih yang paling oke. Pemilihan supplier ini penting ya, karena menyangkut kualitas barang dan servis yang akan anda berikan ke calon pembeli. Beberapa hal yang bisa dijadikan bahan pertimbangan saat memilih supplier adalah sebagai berikut

1. Varian Produk

Semakin banyak varian atau macam produk yang mereka miliki akan semakin baik. Apalagi jika varian tersebut tidak dimiliki oleh kompetitor. Tentu bisa dijadikan diferensiasi untuk meningkatkan daya saing toko online kita.

2. Kualitas Produk

Apakah barang tersebut original atau KW, dari tangan pertama atau dari tangan ke-sekian, dan apakah produknya sendiri sesuai spek yang kita harapkan. Hal ini harus betul-betul diperhatikan. Kalau perlu, kita beli dan coba sendiri dulu produknya. Saat kita yakin produk itu betul-betul bagus, kita tidak akan ragu-ragu dalam menjualnya.

3. Harga Produk

Anda perlu melakukan riset kecil untuk mengetahui harga pasaran atau harga yang dipasang oleh kompetitor Anda. Jangan sampai kehilangan calon pembeli gara-gara harga produk anda kurang reasonable buat mereka. Pilih supplier yang menawarkan harga yang terbaik sekaligus bisa memberi komisi yang menarik untuk Anda.

4. Pelayanan dan Kemudahan Pembayaran

Pilih supplier yang menerapkan pelayanan prima untuk para dropshippernya. Ciri-ciri supplier yang servicenya oke: gampang dihubungi, selalu siap sedia saat kita membutuhkan bantuan, memberikan informasi produk secara jelas dan transparan, menerapkan prosedur pembayaran yang mudah, dan konsekuen menjalankan kesepakatan di awal. Hal-hal tersebut akan membuat dropshipper nyaman saat bekerjasama dengan mereka, dan tentu menghasilkan hubungan bisnis yang baik dan berkelanjutan.

Oke, setelah supplier sudah dipilih, apa langkah selanjutnya? Ya mulai jualan.

Mulai Menjual Dengan Media Gratisan

Enaknya dropshipper itu tidak harus stok barang dulu. Jadi, kita bisa mulai jualan dengan modal gambar produk. Nah, gambar produk itu bisa dipasang di media yang Anda punya, misal di DP BBM, status facebook, dan social media lainnya. Tidak hanya asal pasang gambar, tetapi sisipi juga sales script, atau kalimat jualan yang menarik.

Yang ditekankan di sini adalah, anda sudah bisa jualan dengan modal yang minim, bahkan nol, tanpa harus stok barang dulu, dan melalui channel atau media penjualan yang bisa dikatakan free (social media), yaa itung-itung cuma bayar kuota internet lah ya, hehe.

Baca juga: Anak 9 Tahun Ini Meraup 17 Miliar dari Youtube

Dapatkan Profit Pertama Sesegera Mungkin

Namanya juga bisnis, harus ada transaksi dan profit. Nah, saran saya, cepat-cepatlah pecah telor. Maksudnya, sesegera mungkin dapatkan deal, transaksi, dan profit pertama anda, meskipun hanya kecil. Mengapa? Karena walaupun baru ada 1 pembeli, dan baru beli 1 produk pun, tetapi itu akan memberi energi positif dan semangat kepada kita untuk melanjutkan usaha tersebut.

Apalagi bagi pemula, transaksi pertama itu pasti membahagiakan sekali, hehe. Minimal akan menghancurkan mental block dan bisa mengatakan: “oh, ternyata aku bisa ya” , “ternyata jualan online itu ada hasilnya ya”, dst. Kalau sudah pecah telor seperti itu, langkah-langkah untuk mendapatkan transaksi-transaksi selanjutnya insyaAllah akan lebih ringan dan mudah. (Selama kita terus belajar dan berpikir positif ya)

Sudah ada ide mau jadi dropshipper produk apa? Share ya 🙂

Tags: ,

Category: Strategi Bisnis

Comments (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. artikel nya membuat saya ingin memulai bisnis online

    • Tahta Mulia Team says:

      halo mas, terimakasih sudah berkunjung, mulai bisnis online bisa dari langkah yang paling sederhana, seperti dropship yang sudah dijelaskan di artikel ini, semoga sukses & cepet mulai, biar cepet dapet profit 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *