Bisnis Laris Modal Empati

| February 22, 2015 | 0 Comments

Empati Kepada Konsumen dan Customer Service Itu PentingIni adalah sebuah success story tentang dahsyatnya berempati dengan target market.

Yap, dalam berbisnis, pemahaman terhadap segmen pelanggan itu penting. Bisa saja lho produk yang kita rasa sudah baik, begitu dilaunching ternyata salesnya sepi, review konsumennya kurang baik, ga laku, direject, dsb. Kan repot kalau udah gitu. Nah, makanya, salah satu kuncinya adalah menggali apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, bahkan kesulitan, ketakutan, dan ketidaknyamanan dari konsumen. Informasi-informasi tersebut bisa memperkaya pertimbangan dan mengurangi kesalahan dalam menciptakan produk atau jasa.

Dan informasi itu hanya bisa didapat dengan empati. Yap, berempati pada mereka.

Kali ini kita akan terbang ke India untuk bertemu dengan Godrej & Boyce, sebuah perusahaan besar asal India, yang tidak hanya berhasil memenangkan pasar, tapi juga menyelesaikan suatu masalah sosial di India melalui produk yang mereka ciptakan. Salah satu kunci keberhasilan tersebut adalah terletak pada kesediaan mereka untuk berempati.

Begini ceritanya.

Pada tahun 2006, sekitar 85% dari pasar India tidak bisa membeli kulkas. Alasannya sederhana. Bagi mereka, kulkas adalah barang yang relatif mahal. Bahkan, jika mereka sanggup membelinya pun, biaya listriknya membuat mereka menderita. Ditambah lagi, kebanyakan orang yang tinggal di dalam daerah kumuh dan padat menganggap kulkas adalah peralatan yang terlalu besar untuk diletakkan di rumahnya.

Akibatnya, makanan jadi cepat membusuk karena mereka tidak mampu menyimpan makanannya untuk beberapa hari ke depan seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kulkas.

Hal ini membuat Godrej & Boyce merasa tertantang untuk mengubah keadaan itu.

Tim mereka pun ‘blusukan’ ke desa-desa, ke daerah pemukiman kumuh dan padat. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk menyaksikan secara langsung rutinitas, pola hidup, dan kecenderungan masyarakat di sana, dan tentunya berkomunikasi langsung untuk menyerap seluruh aspirasi orang-orang itu.

Mereka berempati. Dan mereka berhasil menemukan apa yang betul-betul dibutuhkan oleh calon pelanggan mereka.

Kebanyakan pekerja pria di sana menghabiskan waktu 14 jam dalam sehari untuk melakukan pekerjaan kasar di suhu yang panas. Mereka menginginkan minuman dingin pada saat sampai di rumah.

Sedangkan istri buruh memiliki kebutuhan yang berbeda. Mereka mengaku lelah menghabiskan seluruh hidupnya untuk berbelanja dan menyiapkan makanan setiap hari. Mereka ingin bisa menyimpan makanan walaupun hanya 1 hari.

Aspirasi-aspirasi ini membantu Godrej dalam merancang kulkas yang berbeda, yang tentunya sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut.

Akhirnya, Godrej merilis produk bernama ChotuKool, sebuah kulkas kecil dengan baterai sebagai sumber energinya, dan memiliki pendingin kecil yang berfungsi seperti kipas di laptop. Karena relatif ringan, ChotuKool juga mudah dibawa ke mana-mana. Dan yang terpenting, harganya jauh lebih murah dari kulkas-kulkas biasa.

Pada tahun 2012, ChotuKool mendapatkan penghargaan Edison Award sebagai produk baru terbaik pada kategori ‘social impact’.

Nah, ini dia penampakan Chotukool. Nyadar ga, kalau kulkasnya didesain kayak senyuman? :)

Nah, ini dia penampakan Chotukool. Nyadar ga, kalau kulkasnya didesain kayak senyuman? 🙂

ChotuKool is really cool.

Jadi, bangkit dari tempat duduk, matikan komputer, dan bepergianlah ke luar. Temui orang-orang. Dengarkan mereka. Bantu masalah mereka.

Kuncinya adalah empati.

Tags: , , ,

Category: Strategi Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *