3 Karakter Pebisnis Sukses

| February 28, 2015 | 0 Comments

karakter pebisnis suksesSukses di sini tidak hanya tentang untung uang, tetapi juga persaudaraan.

Teman-teman pembaca yang setia, karakter dimulai dari kebiasaan. Jika kita membentuk kebiasaan harian secara rutin dan konsisten, maka lama-lama kebiasaan itu akan gantian membentuk kita, menjadi karakter yang justru akan sulit dihilangkan. Berikut adalah 3 kebiasaan harian seorang pebisnis yang perlu anda lakukan secara konsisten untuk memiliki karakter pebisnis yang sukses:

1. Fokus pada action

Pebisnis yang sukses mempunyai pola pikir dan pola kerja yang “sat set sat set”, maksudnya sigap dan serba cepat. Umumnya, mereka berpikir seperlunya saja kemudian langsung dikerjakan. Lihat saja para pebisnis besar, mereka efektif sekali dalam mengerjakan aktivitas bisnisnya. Tentu ini adalah hasil latihan dan membutuhkan jam terbang. Semakin lama mereka memasuki dunia bisnis, semakin banyak pengalaman dan tajam nalurinya, sehingga tidak perlu lagi berpikir panjang-panjang. Langsung action! Sat set sat set!

2. Investasi waktu untuk belajar hal baru

Zaman sekarang, siapapun yang berhenti belajar bakal berhenti juga hidupnya, hehe. Nggak lah ya. Maksudnya, akan ketinggalan sama yang lain. Sudah ketinggalan sama kompetitor, eh ditinggal pelanggan juga, kan repot. Untuk itu, aktif mencari tahu harus menjadi kebiasaan harian bagi seorang pebisnis. Kita memang tidak akan bisa mempelajari semua hal, tetapi pastikan kita sudah menyediaakan cukup waktu, apakah itu 2 jam perhari, atau 2 hari dalam seminggu, khusus untuk fokus belajar dan mengikuti perkembangan apapun yang terjadi di sekitar, terlebih yang ada hubungannya dengan bisnis kita.

3. Tidak hanya asal bekerja keras, tetapi juga bekerja benar

Bekerja keras penting. Tetapi bekerja benar itu lebih penting. Jangan menghalalkan berbagai cara (khususnya cara-cara curang dan merugikan pihak lain) hanya untuk memenangkan sebuah persaingan bisnis, hanya itu mengejar keuntungan yang besar, atau hanya untuk memuaskan kepentingan pribadi. Produk yang kita jual hanyalah sebuah simbol. Sedangkan proses yang sebenarnya terjadi adalah tukar-menukar manfaat dan hubungan baik yang langgeng, antara pebisnis dengan pelanggan, supplier, pemegang saham, masyarakat dan siapapun yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan bisnis itu.

Junjunglah kebermanfaatan dan keberkahan dalam bisnis anda. Jadikan bisnis sebagai alat untuk menyelesaikan kesulitan orang lain, membantu memenuhi kebutuhan orang lain, dan tentunya sebagai alat beribadah. Jika sudah seperti itu, rasanya bisnis anda akan jauh dari yang namanya rugi.

Setuju?

Tags: ,

Category: Strategi Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *